Wednesday, February 9, 2011

Harapan Palsu

"Dia benar2 serius lho ran"

"Kalo lu tidak 'sejenis' dgn dia...
sebaiknya jangan memberikan harapan palsu"

"Dari gerak geriknya sih...
it looks like she wants to be more than friends"

"Kau senang dia melakukan piip --> memberikan harapan palsu"

"vanya tedhy says
Si pip kan tatapan cemburunya tajam(?) LOL
Anastasia Ranisari says
pip itu syapa?
dan kapan?
vanya tedhy says
waktu kau foto2 itu kan dia keliatannya mau bgt
seolah2 she is mine, you have no right to have photographs with her"


Vanya Utami Tedhy, 9 Februari 2011


Akhir-akhir ini gw merasa senang.. seperti keberuntungan dan kebahagiaan sedang berada di pihak saya. Dinner 17-an gw lancar, SJG menang best performance, bisa nonton Super Show di Sing, dan banyak hal lain. Bahkan di saat gw benar2 pengen ngomong sama seseorang, tiba2 aja dia sms ke gw menanyakan hal yang ingin gw bicarakan dengannya.

Akhir2 ini juga gw merasa berada dalam "cinta segi-n".. XDD
Tapi perilaku seseorang yang lebih "agresif" dari biasanya membuat gw agak bertanya-tanya. Dari awal juga gw tau kalo ada sesuatu yang aneh dari perilaku dia ke gw. Tapi dengan sikapnya yang blak-blakan akhir2 ini, bahkan ga cuma gw yg bisa merasakan dia bner2 "serius". Mulai dari keterusterangan dia yang mau diundang ke dinner 17an gw sampe 2 orang teman gw tau (bahkan gw merasa dia agak "sengaja" membahas soal ini di antar jemputnya. Secara dia tau gitu Rissa itu temen dekat gw. Sampai ngomong ttg ingin diundang itu seperti memberikan umpan buat Rissa supaya kasih tau gw XDD), tulisan dia di kanvas ultah gw yg dibingkai hati besar2 (gw merasa dia gambar hati itu bner2 out of character banget), cara dia nyapa gw yang harus selalu menyentuh bagian tubuh gw, ntah pundak, tangan, dll, keinginan dia untuk foto berdua aja sama gw sampai ngomong "ayo kita foto apa lagi ya berdua" (gw saat itu juga mau sih foto berdua ma dia XDDD, cuma jujur sejujur-jujurnya saat itu maksud gw tidak lebih sebagai teman biasa. Gw juga banyak kok foto berdua aja ma orang lain yang gw anggap baik ma gw selama ini), tatapan dia yang jujur benar2 curiga dan memilih untuk duduk di samping Ika untuk "mengamati" gw yang saat itu foto2 sama orang lain daripada berinteraksi dengan teman2nya yang terang2an ngobrol di belakang dia, sampai spesial datang ke kelas gw untuk ngasih kado bareng Gr**** dan begitu ngeliat gw langsung tersenyum lebar.

Gw mau percaya orang itu memang seperti itu pada orang-orang lain. Tapi kok gw ga bisa ga mikir kalo rasa-rasanya dia ga segitunya juga sama orang lain. Dan terus terang gw ga nemuin alasan bagi gw untuk menjadi significant others bagi dia. Gw bukan dari kelompok anak eksis yang menjadi lingkup pergaulan dia selama ini, dan gw jg ga pernah melakukan kebaikan apa-apa yang berlebihan sama dia selain menjawab pertanyaan2 dia sebelum ulangan melalui telepon. Gw akan lebih mengerti kalo dia melakukan hal-hal di atas pada teman-temannya.. misalnya Gr****. Tapi gw....

Siapa gw bagi dia?

Mungkin gw akan lebih mengerti kalo dia pura-pura tidak mengenal baik gw...

Mengutip kata-kata Vanya U.T.

Dari gerak geriknya sih...
it looks like she wants to be more than friends

No comments:

Post a Comment