Pada penderita skizofrenia paranoid, ditandai dengan simptom-simptom/indikasi sebagai berikut:
1. Adanya delusi atau waham, yakni khayalan/keyakinan/tuduhan palsu yang dipertahankan, serta rasa ketidakpercayaan secara umum pada orang lain.
- Waham Kejar (delusion of persecution), yaitu keyakinan bahwa orang atau kelompok tertentu sedang mengancam atau berencana membahayakan dirinya. Waham ini menjadikan penderita paranoid selalu curiga akan segala hal dan berada dalam ketakutan karena merasa diperhatikan, diikuti, serta diawasi.
- Waham Kebesaran (delusion of grandeur), yaitu keyakinan bahwa dirinya memiliki suatu kelebihan dan kekuatan serta menjadi orang penting.
- Waham Pengaruh (delusion of influence), adalah keyakinan bahwa kekuatan dari luar sedang mencoba mengendalikan pikiran dan tindakannya.
- Waham Pengaruh (delusion of influence), adalah keyakinan bahwa kekuatan dari luar sedang mencoba mengendalikan pikiran dan tindakannya.
Sebagai contoh, sebuah insiden kebanyakan orang akan melihat sebagai kecelakaan, orang yang paranoid mungkin membuat tuduhan bahwa itu disengaja.
2. Adanya halusinasi, yaitu persepsi palsu atau menganggap suatu hal ada dan nyata padahal kenyataannya hal tersebut hanyalah khayalan.
3. Gejala motorik dapat dilihat dari ekpresi wajah yang aneh dan khas diikuti dengan gerakan tangan, jari dan lengan yg aneh dan juga dapat dilihat dari cara berjalannya.
4. Adanya gangguan emosional
5. Penarikan sosial (social withdrawl), pada umumnya tidak menyukai orang lain dan menganggap orang lain tidak menyukai dirinya sehingga dia hanya memiliki sedikit teman. Pengurangan kapasitas mereka untuk keterlibatan emosional berarti dan pola umum penarikan diri sering membuat mereka terisolasi/terasingkan dalam pengalaman hidup mereka.
Orang dengan gangguan ini bisa jadi memiliki kecenderungan untuk hipersensitif, mudah merasa diremehkan, dan biasa berhubungan dengan dunia dengan kewaspadaan terhadap lingkungan untuk mencari petunjuk atau bukti yang dapat menvalidasi ketakutan atau pandangan subjektif mereka. Selain itu, mereka juga bisa jadi memiliki dendam, kecurigaan berlebihan, kecenderungan untuk menafsirkan tindakan orang lain mengancam keberadaan dirinya, kecenderungan pendirian yang keras mengacu pada diri sendiri, atau rasa menuntut yang keras terhadap hak pribadinya.
Diduga, penyebab gangguan kepribadian ini disebabkan oleh respon pertahanan psikologis (mekanisme pertahanan diri) yang berlebihan terhadap berbagai stress atau konflik terhadap egonya dan biasanya sudah terbentuk sejak usia muda.
Apabila gejala yang muncul sulit untuk dikendalikan, sebaiknya meminta bantuan profesional / terapis.
Sumber:
http://id.wikipedia.org/wiki/Paranoid
http://en.wikipedia.org/wiki/Paranoid_personality_disorder
No comments:
Post a Comment