Anyway, kemarin itu saya berbicara dengan Adella mengenai usia. Bermula dari membicarakan tentang insiden putusnya sepasang insan yang berujung pada pen-delete-an account twitter salah satu pihak, kami berdua jadi berbicara tentang kedewasaan. Saya lalu ingat kalau saya duduk di bangku Ar*tha saat UAS Korea kemarin, dan saya agak terkejut melihat tanggal lahirnya. September nanti dia sudah berumur 20 tahun @_@
Bagi saya 20 tahun itu kok rasanya umur yang sudah dewasa sekali.
Sheila Marcia umur segini udah hamil #gapenting
Tapi kalau dipikir-pikir, memang kita umurnya sudah 18 tahun ya tahun ini (malah beberapa ada yang 19 tahun). Tahun depan sudah 19 tahun... Tahun depannya lagi 20 tahun... Tahun depannya lagi 21 tahun... Tahun depannya lagi...... *teruskan sendiri sampai umur yang dikehendaki*
Lalu Adella bilang, kebayang ga sih Opit tahun depan udah 20 tahun. Hahahaha.. Sejujurnya sih nggak *ngeliat anak itu aja kadang2 saya merasa dia lebih cocok jadi anak SMP*. Lalu Uchi menimpali, "Kok gw merasa kebanyakan dari kita ga ada dewasa2ny ya".
Saya ga bisa lebih setuju lagi. Saya aja masih merasa seperti anak kecil XDD
Apakah saya awet muda? *dilindes*

Let's take a look at the picture. Di atas itu adalah foto Nikita Willy. *iyalah, jaman sekarang siapa yg ga tau*. Menurut Oom Google, dia lahir tanggal 29 Juni 1994.
....
.......
.....................
Orang ini bahkan lebih muda 5 bulan dari saya.
#epicfail
Saya benar2 merasa seperti imbisil ""OTL
*imbisilclub, courtesy of Adella T.*
Saya ga tau apakah memang orang ini yg terlalu cepat matang, atau memang saya terlalu kekanak-kanakan?
Bisa jadi karena selama ini saya hidup di lingkungan yang memang dipenuhi anak2 yang lugu dan belum menunjukkan dewasa2nya selayaknya oknum artis berinisial NW itu (semacam di koran2 kriminal), saya merasa yah memang sepantasnya saya ini seperti ini, anak ingusan yang kerjaannya belajar, nonton drama Korea, dan kemana-mana sama orang tua.
I want to believe that it's not a bad thing, really...
Seperti teori relativitas Einstein (eaaaa), ketika suatu benda bergerak mendekati kecepatan cahaya, semua menjadi relatif, termasuk waktu. Seolah-olah hidup di Sanur itu kita seperti masuk ke dalam roket dan bergerak menuju bulan, sehingga waktu yang kita jalani menyusut. 6 tahun bagi kita, adalah 10 tahun bagi orang-orang di bumi (baca: orang-orang di luar Sanur).
Kalau mau menghitung waktu yang sesungguhnya bisa menggunakan rumus t0 dibagi akar (1 - vkuadrat/ckuadrat) #efekkelamaanTOdanbelajar
Permasalahannya sekarang, apa yang terjadi ketika kita balik ke bumi dan turun dari roket? Artinya orang-orang yang "tadinya" dan "harusnya" seumuran dengan kita jadi lebih tua dari kita dong. O_O
Speaking in human language, apa yang terjadi setelah ini kalau kita masing-masing keluar dari Sanur dan bersosialisasi dengan orang-orang yang lebih "dewasa" daripada kita, para imbisil?
Ya bisa jadi sih cuma gw doang yang memang imbisil. But seriously... kalau gw melihat orang-orang di luaran sana, yang namanya 18 tahun itu seperti bukan 18 tahun waktu Indonesia bagian Sanur (termasuk saya di dalam zona waktu itu), dengan kata lain sudah sangat "dewasa".
Sebenarnya memikirkan ini saya jadi agak takut... takut saya menjadi terasing dari dunia yang sudah bergerak lebih cepat. Takut kagok karena kelamaan berada di bulan.
Lebih jauh dari itu, kalau kata Adella, kebayang gak sih jadi orang tua, terbatas dan penuh tanggung jawab?
Sebagai anak terakhir yang biasanya dimanja sama keluarga sih..... saya sangat tidak bisa membayangkan. Tapi itu adalah peran yang harus kita jalankan 7-15 tahun dari sekarang....
Ah...
*speechless*
*tenggelam dalam pikiran yang bukan2*
Yah sebelum pikiran yang bukan-bukan itu semakin menjadi-jadi, mari kita akhiri saja.
Bagaimanapun dan apapun yang terjadi ke depan, yah... kita jalani saja. *mau bagaimana lagi*
Tapi memang masa muda itu paling enak (and somehow I still can't believe that in another 2 years, we are no longer teenagers), so let's enjoy it and live our life to the fullest! :)
Good luck, everyone...!
No comments:
Post a Comment