Tuesday, June 29, 2010

Another Day Another Dream

Pagi ini saya menangis lagi :'( Menangis krn menonton sebuah film Chinese lama (keluaran tahun 1999) di Celestial Movie.. Saya tidak tahu judulnya apa, tp saya ingat pernah menonton film itu sebelumnya dulu pas ekskul Mandarin kelas 7. Setelah gw cari di buku daftar acara Kabelvision (majalah View namanya), kyknya sih tuh film judulnya "The Road Home"..



EDIT: Info lebih lengkap bia dilihat di sini:
http://en.wikipedia.org/wiki/The_Road_Home_(1999_film)

Ahh film ini sedih sekali.. jd cerita utamanya tentang seorang gadis desa yg jatuh cinta pada seorang guru muda yang berasal dari kota dan mengajar di sebuah sekolah kecil di desanya. Guru itu pun juga tampaknya menaruh perasaan pada gadis itu. Lalu mereka banyak menghabiskan waktu bersama sampai akhirnya si guru dipanggil kembali ke kota untuk waktu yang lama. Pokoknya diceritakan bagaimana dgn setianya gadis itu menunggu guru itu kembali ke desanya ketika itu, sampai jatuh sakit. Sampai pada akhirnya si guru kembali ke desa dan mereka bisa bersama, menikah, punya seorang anak laki2 dan setelah itu si guru tidak pernah meninggalkan gadis itu sampai akhir hayatnya.
Kembali ke masa sekarang (jadi ceritanya kisah cinta itu semacam flashback), dikisahkan gadis itu sudah menjadi seorang wanita tua, dan suaminya (si guru itu) baru saja meninggal. Dan sampai setelah meninggal pun, wanita ini masih tetap sangat sayang dengan suaminya dan merindukan agar sekolah tempat suaminya mengajar dulu dibangun kembali agar anak2 di desa itu bisa bersekolah lagi (percaya atau nggak, nulis ini aja gw dah nangis lagi).
Anaknya yang skarang ceritanya tinggal di kota, dan sedang kembali ke desa karena ayahnya meninggal pun membujuk ibunya supaya ikut dengannya tinggal di kota. Tapi ibu itu menolak. Ia juga mengatakan meski sekarang dia akan sangat kesepian tanpa suaminya, tapi dia ingin tetap di desa ini, dan sampai selamanya dia akan menyayangi dan memikirkan anaknya dari jauh. Dia pun bercerita saat sedang bernostalgia bahwa impian suaminya adalah melihat anaknya bisa jadi tenaga pengajar seperti dirinya, tapi sayangnya anaknya tidak megiuti langkah ayahnya untuk mengajar. (ugh.. sampai saat menulis ini saya merasa mata saya mulai sembab)
Film ini ditutup dengan wanita yang dulunya masih ayu dan dan segar dan sekarang sudah tua dan mengeriput mendengar suara orang mengajar saat ia sedang ingin memasak. Ia pun segera mencari sumber suara tersebut, menapaki jalan setapak yg bersalju menuju sekolah tua yang dulu dipakai suaminya mngajar. Dan di sana ia menemukan anaknya sedang mengajar anak2 desa itu. Anaknya memutuskan meski hanya untuk sesaat ia ingin membahagiakan ibunya dan mewujudkan mimpi ayahnya yg sudah bahagia di alam sana..

*sroott*.. Ugh.. saya saat ini sudah bnar2 menangis.. *saya mmg mudah menangis karena film2 seperti ini*
Pda dasarnya cerita film ini memang epik dan banyak nilai2 kehidupan yang bisa kita ambil. Sepertinya sangat klise yee, nilai2 kehidupan yg bisa diambil.. Kyk sekolah aja.. Tapi memang bener.. Saya merasa film ini menyajikan suatu nilai kesetiaan dengan cara yan sangat mengena di hati, sampai2 saya menangis.. Padahal saya gak nonton dari awal banget krn bangun siang XDDD Mungkin untuk sebagian besar orang akan menganggap film ini membosankan.. Tapi saya bisa bilang ini adalah salah satu film yang saya bisa acungi jempol :)

Cobalah menonton film2 Mandarin di chanel Celestial Movie.. Banyak yang bagus lho jujur saja :)

No comments:

Post a Comment