Saya menulis ini di tengah2 istirahat saat membaca Topeng Kaca.
Ya, jadi akhirnya, setelah sekian lama menahan diri, serta mengingatkan diri akan tugas mencari kitab ke Timur yang harus saya emban sampai selesai (Baca: Perjuangan menyelesaikan UN dan antek2nya), saya....
MEMBACA JUGA TOPENG KACA!
*cling* *cling*
Memang sebelum ini saya sudah dibujuk rayu maut oleh oknum2 tertentu, yaitu Bibi dan Adella.
Sempet sih baca sedikit jilid 1 di mangafox.
Tapi ketika sudah bebas dari segala beban, sensasi membaca sampai pagi hari ini memang terasa lebih nikmat.
Peristiwa bersejarah ini terjadi kemarin. Jadi Selasa kemarin saya datang ke rumah Bibib dengan tujuan merusuh.
Susu dan Bibib ceritanya mau bikin scrapbook kenangan masa muda.
Saya jadi ikut2an karena ada alat scrapbook yang belum terpakai, yaitu hadiah ultah dari Adella yang titisan dewi fortuna itu.
Setelah membuat 5 layout sesuai petunjuk (sayangnya belum ada foto karena saya sendiri belum cetak) serta sesi menertawakan dan meributkan kenapa foto KKN jaman dahulu kala itu sungguh alay, saya merasa capek. Susu, yang sudah lebih dulu terjerat Topeng Kaca, sudah menyerah Scrapbooking dan memilih untuk membaca Topeng Kaca jilid lanjut.
Ini suasana chaos saat mengerjakan scrapbook XD
Susu menyetel2 foto
Bibib (dengan senyum mesumnya)
Ini alat2 scrapbook ku dari Uchi
The Scrapbook Team! (sorry agak ngeblur)
Tergoda oleh cover jilid 1 yang terus menghantui dan keempukan ranjang yang memanggil, saya pun mengulet di bawah selimut bareng dengan Susu untuk melanjutkan membaca (sebelumnya udah baca sedikit pas makan siang).
Dan alhasil saya...
TERJERAT OLEH SIHIR TOPENG KACA!
*masukkan tatapan orang terpukau dengan mata berkaca2 ala Topeng Kaca*
Makin lama kok makin seru... Makin lama saya makin merasa orang2 di sini gila semua. Ah tapi luar biasa memang! Meskipun lebay (disertai efek cling2 yang sungguh klimaks), tapi hati ini dapat merasakan getaran drama indah yang diperankan oleh Maya dan Ayumi dengan seribu topeng mereka! Uwoooo... *terus aja Ran mumbling ga jelas*
Ya intinya sih Topeng Kaca memang live up to the expectation. Kehebohan yang diciptakan memang sebanding dengan sensasi membacanya. Dan setelah sekian lama hanya mendengar dan bersabar...
SAYA MENGERTI JUGA PERASAAN ITU!
Katanya sih nanti bakal lebih seru lagi, tapi berhubung saya membaca seperti siput (ironis adalah ketika gw baru selsai baca 1 jilid, Susu udah 6 jilid lebih -_-""), jadi nampaknya saya harus bersabar. Bukan berarti sekarang2 ini ga seru sih. (Kalo ga seru ga mungkin saya tidur jam 4 pagi, di saat Susu dan Bibib sudah tidur pulas, untuk membaca Topeng Kaca karena ending jilid 2 yang super nanggung).
Ya pada akhirnya sih camping out 1 malam di rumah Bibi dengan tujuan berscrapbook ria itu tidak produktif dan berubah haluan jadi membaca Topeng Kaca bersama. XDD (bisa digambarkan dengan foto di bawah ini)
"Debaran dalam dada ini ketika membaca...!"
Bukan tanpa hasil sih. Selain 5 layout dalam buku scrapbook saya, Bibib berhasil membuat satu halaman, dan saat saya pulang jam 12, sedang dalam proses membuat satu lagi. Susu juga membuat tulisan "Beginning" dengan huruf hias yang seperti baru keluar dari mesin cetak saja.
Ini Marsha dengan karyanya <3
Jadi begitulah... Mari kita lanjutkan membaca Topeng Kaca!
Hidup Suzue Miuchi!
P.S.: Kami bertiga berencana membuat karya tulis tentang "Efek CLING pada Komik Topeng Kaca Karya Suzue Miuchi" HAHAHA Sangat klimaks memang








No comments:
Post a Comment